Kalah Gugat Kasus Arbiterase di London, Garuda Wajib Bayar Uang Sewa

Garuda kalah Gugat Arbiterase – PT Garuda Indonesia (persero) Tbk baru-baru ini telah menjalani beberapa kasus di pengadilan London Inggris dalam kasus Gugatan arbiterase di inggris.

Garuda kalah Gugat ArbiteraseGaruda kalah Gugat Arbiterase

Hakim yang sudah memberikan keputusan mutlak kepada garuda dan harus puas dengan kekalahan gugatan Arbiterase dan harus membayar uang sewa, Kasus ini di menangkan oleh Lessor Helice dan Atterisage (Goshawk) terkait pembayaran uang sewa pesawat.

Dalam kasus ini pengadilan juga telah membaca beberapa data yang masuk dan Garuda harus membayar keterlambatan, serta uang sewa dan biaya perkara penggugat. Akan tetapi total yang harus dibayar Garuda tidak di jelaskan secara rinci oleh pengadilan di Londong, Inggris. (8/9/2021).

Berhubung dengan keputusan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan kuasa hukum (lawyer) yang menangani kasus ini untuk mempertimbangkan langkah selajutnya untuk bisa naik banding dan melakukan langkah apa untuk selanjutnya.

“laporan ini masih dipelajari dan harus di telusuri terlebih dahulu,” ungkap Lawyer garuda yang menangani kasus itu.

Awal mulanya maskapai Garuda mendapatkan laporan pada 6 September 2021 bahwa LCIA telah menjatuhkan putusan arbitrase atas gugatan dari lessor Helice dan sewa (rent) pesawat.

LCIA mengajukan putusan arbitase yang pada intinya perseoran diwajibkan untuk melakukan pembayaran uang sewa terhadap Lessor Helice dan Atterisage (goshawk). Dan Garuda juga di haruskan membayar denda-denda yang sudah tertulis sesuai perjanjian sewa persawat LCIA.

meski demikian, Direktur keuangan dan Management PT Garuda Indonesia Prasetio memastikan adanya Putusan LCIA tersebut. Hal ini juga tidak langsung bedampak pada operasional perseroan yang berada di indonesia dan Internasional. Menurutnya sekuruh aspek kegiatan oprasional penerbangan akan tetap berlangusung seoerti bisa dan menjalankan penerbangan secara normal.

Sebagai Informasi, Garuda Indonesia memang sudah beberapa kali menerima gugatan hukum dalam kasus yang berbeda-beda, Hak ini dinilai belum sepenuh menjalani kewajiban atau dugaan wanprestasi.

Salah satunya adalah Gugatan dari Helice, yang mulanya hanya melakukan permohonan penyitaan jaminan atas dana milik Garuda Indonesia yang berada di rekeing Belanda.

Pengadilanpun mengabulkan gugatan itu pada maret 2020 lalu.