Harga Minya Naik Tajam Joe Biden dan Xi Jinping Sepakat

Harga Minya Naik Tajam – Minyak bumi diketahui naik tajam pada jumat (10/9/2021), Penguatan harga minyak ini juga turut didukung oleh harapan pedagang Amerika-China yang akan memberi dorongan pada aset-aset beresiko setelah pembicaraan Presiden Joe Biden dengan salah satu pemimpin Presiden China Xi Jinping hari ini.

Harga Minya Naik Tajam

Harga Minya Naik Tajam

Minyak mentah berbentuk Brent untuk pengiriman Novenber molonjak naik menjadi $1,47 Dollar US atau 2,3 Persen, menjadi menetap di $72,92 dollar US, setelah mencapai tertinggi $73,15 per barelnya.

Sepekan ini harga minyak metah AS naik 0,6 persen, semntara sementara minyak mentah Brent main 0,4 persen. Selama setahun ini memang ada pengurangan pasokan oleh organisasi negara pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa pemulihan permintaan dari pandemi.

Sekitar tiga perempat dari produksi minyak lepas pantai teluk AS ada sekitar 1,4 juta barel per hari, akan tetapi di bulan agustus berakhir. Jumlah itu kira-kira sama dengan yang dihasilkan anggota OPEC, di Nigeria.

Sementara China melepaskan minyak cadangannya, Jumlah ini lebih besar daripada pengurangan produksi di teluk Mesiko.

Pasar minyak juga mendapatkan dorongan dari adanya pemberitaan telpon antara Biden dan presiden Xi. Pembicaraan antara Presiden AS-China membuat meningkatan harapan untuk hubungan yang lebih hangat dan lebih banyak perdagangan global, Kata para Analisa minyak dunia.

Diketahui Amerika juga sudah menambah Ring dalam minggu terakhir, Penyedian layanan energi Baker Hughes mengatakan tambahan ring menunjukan produksi mungkin meningkat dalam beberapa minggu mendatang, ungkapnya.a

Waktu lalu minyak mentah turun lebih dari 1,0 setelah China mengatakan akan melepas minyak mentah cadangannya melalui pelelangan public, hal ini guna untuk membantu meringankan biayabahan baku yang tinggi bagi para penyuling.

Untuk minggu depan revisi prospek permintaan minyak untuk 2022 dari OPEC dan Badan Energi Internasional. OPEC memungkinkan akan merevisi turun perkiraan pada senin (13/9/.2021) data ini di dapat dari sumper terpercaya OPEC.

“pasar kembali focus pada situasi pasokan yang lebih ketatsecara global, dan itu memberinya dorongan,” kata Phil Flynn senior di grup Price Futures di Chicago.