OJK Memperpanjang Restrukturisasi Kredit

OJK Memperpanjang Restrukturisasi Kredit Perbankan Sampai 2023

OJK Memperpanjang Restrukturisasi Kredit – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memutuskan memperpanjang masa restrukturisasi kredit perbankan sampai 2023 dua tahun kedepan. Perencanaan ini diberikan semata-mata hanya untuk menjaga kestabilan ekonomi dan mencegah lonjakan penyebaran Covid-19 yang berada di Indonesia.

OJK Memperpanjang Restrukturisasi Kredit

.Ketua dewan komisioner OJK wimboh santoso mengatakan langkah untuk menjaga kestabilan Ekonomi dan kestabilan perbankkan yang berada di Indonesia. kebanyakan Restrukturisasi Kredit yang telah di tetapkan sejak awal 2020, langkah ini telah membantu banyak perusahaan perbankkan dan terutama para pengusaha yang baru ingin berkembang dalam usaha UMKM” tutur ketua dewan komisioner OJK.

langkah-langka ini sudah dibicarakan oleh dewan-dewan tertinggi di OJK dan perencaaan Restrukturisasi Kredit terhadap perbankkan Indonesia, sebenarnya langkah ini untuk mejaga memitigasi dampak dari masih tingginya penyebaran Virus-19, maka dari itu restrukturisasi kami perpanjang sampai 2 tahun kedepan. Imbuhnya.

Ia juga mencatat, saat Restrukturisasi Kredit dijalankan perbankkan terus mengalami perbaikan, hal ini menunjukan pertumbuhan ekonomi mulai naik berharap akan stabil secepatnya. Angka rasio kredit macet (non performing loan) mengalamin peningkatan dari 3,06 ,persen pada desember, ,emjadi 3,35 persen pada juli 2021.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbangkan Heru Kristyana mengatakan, perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit adalah salah satu keuntungan untuk menjaga kestabilan ekonomi Indonesia. Hal ini juga menjadi pendorong untuk menopang kinerja debitur, perbankkan dan perekonomian tanah air. Tentu hal untuk creditur di lakukan dalam keadaan yang baik terutaman untuk para UMKM yang meminjam dari bank. Kita harus memperhatikan masalah ini jangan sampai UMKM menjadi berat karena bunga yang sangat besar.

“perpanjangan restrukturisasi sampai 2023 diperlukan menetakan resiko, mengingat adanya perkembangan varian delta dan pembatasan mobilitas, sehingga membutuhkan waktu lebih, dan bagi debitur untuk menata usahanya gar dapat menghindari gejolak ketika stimulus berakhir. terangnya.

Perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit akan mengatur penetapan kualitas aset dan restrukturisasi kredit atau pembayaran yang mendukung stimulus pertumbuhan ekonomi terhadap bank umum, debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19 termasuk debitud mikro kecil dan menengah peraturan ini berlaku sampai 31 Maret 2022. Ungkap Heru.