Lonjakan Harga Gas, BBM Menjadi Langka, Perusahaan Energi Gulung Tikar Inggris

Lonjakan Harga Migas – Banyaknya SPBU yang tutup dikarenakan keabisan bahan bakar bensin kendaraan, Kejadian ini terjadi dikarenakan aksi “panic buying” yang melanda masyarakat di Inggris.

Lonjakan Harga Migas

Dikutip dari New BBC, Kepanikan masyarakat di Inggris menjadi faktor dari kelangkaan BBM di seluruh Inggris, masyarakat yang berbondong-bondong membeli bensin dengan sekala besar-besaran membuat kekacauan subsidi perusahaan Migas diberbagai daerah Inggris.

Beberapa Perusahaan Migas juga telah menyatakan menutup sejumlah SPBU diberbagai daerah yang sudah tidak bisa menyetok BBM. Kepanikan masalah bahan bakar diketahui muncul ketika Inggris menghadapi beberapa krisis bersamaan lonjakan harga migas Internasional yang memaksa perusahaan energi banyak gulung tikar, kekurangan karbon dioksida terkait yang mengancam produksi daging, dan kekurangan pengemudi truk yang mengacukan rantai pasok pengecer.

Dari kejadian ini, akibatnya anterian kendaraan di pom bensin menjadi macet dan sangat panjang untuk mendapatkan bahan bakar bensin yang sudah sangat langka, bahkan ada masyarakat yang menganteri hingga 6 jam lamanya. Kondisi semakin parah setelah adanya berita tentang kurangnya pengemudi truk BBM yang tidak bekerja sehingga menyebabkan masalah transpotasi dari kilang ke pom bensin.

Banyaknya permintaan SPBU yang meminta mengisi bensin mereka, pasokan ini akan menjadi solisi yang tepat untuk melengkapi kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing, dan banyak juga SBPU yang memilih untuk tutup sementara tanpa pemberitahuan lebih lanjut.

“Dengan permintaan yang besar terlihat selama dua hari terakhir, kami memperkirakan sekitar 30 persen dari jaringan saat ii tidak memiliki bahan bakar kelas utama.” Ujar BP saat di kuti oleh Media BBC.

Grup minyak Inggris-Belanda Shell mengatakan mereka juga melihat peningkatan permintaan bahan bakar akibat aksi panic buying itu.

Sementara untuk mengatasi masalah itu, pemerintah Inggris untuk sementara menangguhkan Undang-undang persaingan, Itu juga dilakukan untuk mendorong perusahaan bahu membahu bekerja sama dalam memecahkan masalah kelangkaan stok BBm ini.

Menteri Transportasi Grant Shapps mencna menyakinkan masyarakar Inggris dan mencoba menenangkan sambil memberika pengertian kepada semua warga Inggris, masalah kelangkaan BBM ini murni disebabkan oleh pembelian Panic BUying yang dilakukan oleh sebagian besar orang yang sangat panic dan membeli BBM dengan sekala yang sangat besar,

Pemerintahan Inggris juga sudah menyampaikan, untuk stok BBM kita akan mencari solusi secepatnya dan memberikan terbaik bagi warga inggris, Pejabat inggris juga sudah memberitahukan bahan bakar local juga tidak kekurangan di dalam negeri. Tegas Shapps.

Ekonomi Afghanistan Turun Sampai 20 Persen Usai Taliban Kuasai Ibu Kota

Ekonomi Afghanistan Turun 20 Persen – Mantan kepala Bank Central Afghanistan Ajmal Ahmady Memprediksikan Ekonomi Negara Afghanistan akan mengalami penurunan hingga mencapai 20 persen dalam tahun 2021 saat ini.

Ekonomi Afghanistan Turun 20 Persen

Ekonomi Afghanistan Turun 20 Persen

“saya tidak ingin mengatakan hancurnya ekonomi Afghanistan, tetapi saya pikir itu akan menjadi situasi ekonomi yang sangat menantang atau sulit.” Ungkap Ahmady, saat di kutip oleh BBC. Senin (13/9/2021).

Ahmady memprediksikan akan mengalami penurunan 10 sampai 20 persen dalam setahun ini, ia juga mengatakn sansi internasional yang memblokir dana bantuan dan membatasi akses ke cadangan US$ 9 Milyar, hal ini juga mempengaruhi kekurangan mata uang domestik di sana.

Ahmady diketahui telah melarikan diri dari Negara Afghanistan tertelah Taliban menguasai Kabul pada pertengahan Agustus lalu 2021.

“Afghanistan tidak memiliki mesin cek uang sendiri, Jelas akses dollar akan sangat dibatasi sekarang. akan tetapi ada pertanyaan dengan mata uang lokal.” Terangnya.

pasalnya, negara itu tidak memiliki mesin cetak uang sendiri, Bank Central mengharapkan pengiriman mata uang sebesar dua milyar dari sebuah perusahaan Polandia. Selain itu, mereka juga sudah mendatangani kontrak untuk 100 milyar dari sebuat perusahaan di Prancis.

Namun, kedua perusahaan tersebut sekarang tidak mungkin bisa mengirimkan paket tagihan ke sana, Terangnyaa Ahmady.

Selain krisis uang tunai, kalian akan melihat mata uang terdepresiasi dan kenaikan inflasi karena kita mengimpor sebagian makanan, saberfikir itu akan menjadi kendala bagi taliban nantinya. Terangnya.

Diketahui sebagian besar dana cadangan Negara di simpan di Amerika Serikat, hal ini untuk menjauhkan dari pasukan Taliban, sementara itu IMF dan Bank Dunia telah membekukan programm pinjam apapun dengan Taliban.

Dengan ini Taliban akan sangat kesulitan tidak hanya dengan uang saja, ia akan menghadapi Ekonomi yang akan anjlok, terlebih ia juga akan kekurangan pasokan uang tunai dan bahan pangan yang harus impor dari luar.

Kesalahan terbesar Taliban adalah memblokir semua akses dari luar yang akan membantu perkebangan ekonomi atau jalur akses untuk kepentingan Negara Afghanistan itu sendiri. Kita hanya bisa berdoa untuk masyarakat Afghanistan agar dapat bertahan disana dari tekanan Taliban.