Mall Terapkan Scan Berlapis, Pengunjung Daftar Hitam Dilarang Masuk, aplikasi Pedulilindungi

Mall Terapkan Scan Berlapis – Hampir semua mall yang berada di Indonesia sudah memakai peraturan berlapis selama PPKM berlanjut. Hal ini guna untuk memastikan pengunjung benar-benar dalam keadaan sehat jika ingin memasukin mall.

Mall Terapkan Scan Berlapis

Mall Terapkan Scan Berlapis

Saat ini yang kita ketahui Indonesia sudah mewajibkan masyarakat harus wajib vaksin, Protokol wajib vaksin dilakukan melalui aplikasi Pedulilindungi. Hal ini di lakukan oleh pemerintahan Indonesia agar bisa menekan penyebaran Virus Corona gelombang ke-2 yang kita tahu varian virus baru ini penularannya sangat cepat sekali.

Hal ini juga guna membangkitkan ekonomi yang berada di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir yang kita tahu ekonomi di Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis di karenakan Covid-19 ini.

“Protokol Wajib Vaksinasi tidak meniadakan dan tidak mengurangi atau tidak menggantikan Protokol yang sebelumnya sudah di terapkan sebelumnya adalah Memakai masker dan menjalani protokol 3M, seperti menggunakan masker, Menjaga jarak, Mencuci Tangan.” Terangnya.

Selanjutnya, dalam penggunaa aplikasi PeduliLindungi sebagai proses monitoring pengunjung. Dia mengatakan sudah menolak ribuan pengunjung yang akan masuk.

Ribuan orang yang terjaring daftar hitam akan dilarang masuk saat ia hendak masuk dalam pintu depan yang berada dipedan mall. Untuk mengetahui orang yang masuk daftar hitam sangat lah gampang, Pengunjung akan mengscan barcode yang sudah di pasang oleh petugas penjaga mall sebelum pengunjung memasuki pintu lobby mall tersebut, Jika pengunjung memiliki notifikasi berwarna tersebut maka pengunjung di larang masuk oleh petugas.

Dengan adanya Protokol berlapis ini, Pengunjung yang sehat akan nyaman berbelanja di mall yang berada di Indonensia, dan pihak pengusaha mall juga memastikan bahwa mal telah disiplin dan konsiten yang menjamin keamanan dan kesehatan pengunjung agar tidak terpapar di dalam mall.

Pemerintah Indonesia juga harus lebih menekan penyebaran yang masih tinggi di tanah air, Jika tidak cepat memberikan Vaksinasi kepada masyarakat, kekawatikan Ekonomi yang berada di Indonesia akan sangat memprihatinkan. Pemerinta juga harus memperhatikan bagi masyarakat yang terpapar Virus ini, jangan sampai pasien corona masih berkeliaran di tempat-tempat umum, Jika ini terjadi maka protokol yang sudah di jalanin akan dianggap sia-sia.

Dengan adanya protokol berlapis yang di lakukan oleh pihak pengelola mall di Indonesia, seiring berjalannya waktu Ekonomi Indonesia akan pulih dengan sendirinya. Masyarakat hanya cukup mengikuti protokol yang sudah diarahkan pemerintah dan peraturan pengusaha-pengusaha mal ataupun pengusaha lainnya.

Perdagangan Digital, Melchor Group Luncurkan Crypto Untility

Melchor Luncurkan Crypto Untility – CEO Melchor Peter F. Gontha resmi telah menluncurkan Crypto Untility hari ini, Mata uang digital ini rencananya akan digunakan dalam perhitungan testorasi penyerapan hutan, perhitungan, dan perdagangan karbon yang sesuai dengan aturan pemerintah Indonesia.

Melchor Luncurkan Crypto Untility

Melchor Luncurkan Crypto Untility

“Crypto Untility adalah hal yang baru di Dunia, dimana Crypto Utility ini akan sejalan dengan teknologi penyerapan karbon yang sudah dikembangkan oleh Jejak.in, anak perusahan Melchir Group,” ungkap peter F pada jumpa pers.

“Dengan kombinasi pendekatan ekologis, teknologi digital, dan ekonomi crypto utility lahirlah sebuah prakarsa baru yang futurusti.” Jelasnya.

Peter juga mengatakan Crypto Untility ini tidak bersifat virtual meski berwujud digital, selain itu, ia juga mengatakan keberhasilan produk ini dapat menjadikan RI sebagai pioner penghitungan dan perdagangan karbin di dunia. Produk ini juga akan memberikan nilai positif bagi ekonomi tanah air di Indonesia.

“Indonesia akan bisa menjadi pusat ekonomi hijau didunia melalui vrypto utility ini,” Jelas Peter.

Peter juga sudah melihat bahwa Indonesia memiliki banyak cadangan karbon, pasokan inilah yang kemudian mengispirasi Peter untuk menciptakan perekonomian hijau di Indonesia dengan menciptakan Crypto Untility perdagangan karbon sedunia.

Rencananya peter dengan produk baru ini akan menggunakan teknolgi block chan dan artificial intelligence. Gontha juga menyampaikan bahwa produknya ini merupakan bentuk upaya pelestarian lingkungan dengan pendekatan ekonomi dan teknologi digital.

Seperti yang kita ketahui karbon adalah salah satu gas rumah kaca yang meningkatkan pemanasan global. Rumah kaca yang meningkatkan pemanasan global. Semakin banyak karbon yang terlepas ke udara akan membuat bumi semakin panas.

Akibat dari peningkatan suhu bumi dapat membuat lapisan es di kutub utara mencari dan bagian paling fatal adalah bisa membuat beberapa dari sebagian pulau tenggelam dan sebagian pinggi pantai mengalami kenaikan air yang cukup tinggi. Selain itu dapat menyebabkan perubahan iklim yang tidak menentu dan menghilangnya biodiversitas yang ada di bumi.

Jika karbon tidak di manfaatkan dengan baik, akan menjadi bencana besar dimasa depan nantinya, Peter yang melakukan terobosan baru dalam perdagangan karbon dengan cara teknologi yang canggi ini mungkin akan mampuh untuk mengurangin pembuatan rumah kaca pada jama sekarang ini.

Nilai ini akan menjadi nilai positif bagi bangsa Indonesia sendiri dan akan bisa membangkitkan Ekonomi dalam beberapa tahun kedepan, dan menutupi menurunnya ekomoni yang sekarang Indonesia alami karena penyebaran virus korona dalam varian baru Delta..

Kalah Gugat Kasus Arbiterase di London, Garuda Wajib Bayar Uang Sewa

Garuda kalah Gugat Arbiterase – PT Garuda Indonesia (persero) Tbk baru-baru ini telah menjalani beberapa kasus di pengadilan London Inggris dalam kasus Gugatan arbiterase di inggris.

Garuda kalah Gugat ArbiteraseGaruda kalah Gugat Arbiterase

Hakim yang sudah memberikan keputusan mutlak kepada garuda dan harus puas dengan kekalahan gugatan Arbiterase dan harus membayar uang sewa, Kasus ini di menangkan oleh Lessor Helice dan Atterisage (Goshawk) terkait pembayaran uang sewa pesawat.

Dalam kasus ini pengadilan juga telah membaca beberapa data yang masuk dan Garuda harus membayar keterlambatan, serta uang sewa dan biaya perkara penggugat. Akan tetapi total yang harus dibayar Garuda tidak di jelaskan secara rinci oleh pengadilan di Londong, Inggris. (8/9/2021).

Berhubung dengan keputusan tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan kuasa hukum (lawyer) yang menangani kasus ini untuk mempertimbangkan langkah selajutnya untuk bisa naik banding dan melakukan langkah apa untuk selanjutnya.

“laporan ini masih dipelajari dan harus di telusuri terlebih dahulu,” ungkap Lawyer garuda yang menangani kasus itu.

Awal mulanya maskapai Garuda mendapatkan laporan pada 6 September 2021 bahwa LCIA telah menjatuhkan putusan arbitrase atas gugatan dari lessor Helice dan sewa (rent) pesawat.

LCIA mengajukan putusan arbitase yang pada intinya perseoran diwajibkan untuk melakukan pembayaran uang sewa terhadap Lessor Helice dan Atterisage (goshawk). Dan Garuda juga di haruskan membayar denda-denda yang sudah tertulis sesuai perjanjian sewa persawat LCIA.

meski demikian, Direktur keuangan dan Management PT Garuda Indonesia Prasetio memastikan adanya Putusan LCIA tersebut. Hal ini juga tidak langsung bedampak pada operasional perseroan yang berada di indonesia dan Internasional. Menurutnya sekuruh aspek kegiatan oprasional penerbangan akan tetap berlangusung seoerti bisa dan menjalankan penerbangan secara normal.

Sebagai Informasi, Garuda Indonesia memang sudah beberapa kali menerima gugatan hukum dalam kasus yang berbeda-beda, Hak ini dinilai belum sepenuh menjalani kewajiban atau dugaan wanprestasi.

Salah satunya adalah Gugatan dari Helice, yang mulanya hanya melakukan permohonan penyitaan jaminan atas dana milik Garuda Indonesia yang berada di rekeing Belanda.

Pengadilanpun mengabulkan gugatan itu pada maret 2020 lalu.

Wacana Kenaikan Cukai Rokok Tahun 2022 menjadi Peringatan Bagi Petani dan Industri

Wacana Kenaikan Cukai Rokok – Pemerintah Indonesia kembali merencanakan kenaikkan Cukai hasil tembakau pada 2022 di awal tahun. hal ini menjadi perdebatan bagi petani tembakau rokok dan pihak Industri yang berada di tanah air Indonesia.

Wacana Kenaikan Cukai Rokok

Wacana Kenaikan Cukai Rokok

Asosiasi petani tembakau Indonesia (APTI) mendesak pemerintah Indonesia agar tidak menaikan Cukai Rokok di tahun 2022 nanti, terlebih dalam kondisi seperti ini yang diketahui Ekonomi yang masih mengalami penurunan akibat Covid-19.

Pemerintahan Indonesia dinilai tidak memiliki perhitungan yang matang dalam mengambil keputusan yang akan di berikan masyarakatnya, hal ini menjadi perdebatan bagi pihak industri dan masyarakat petani tembakau dalam demontrasi kenaikan cukai rokok. Bagai mana tidak, dalam situasi seperti saat ini semua Industri sedang menekan penyebaran Covid-19 yang diketahui telah merusak ekosistem Ekonomi di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

“seharusnya Pemerintah Indonesia memberikan kelonggaran atau kebijakan kepada para Industri yang sedang mengalami penurunan dalam produksi rokok, Rencana kenaikan tarif cukai tembakau tahun 2022 juga akan turun memukul penyerapan dan harga panen tembakau yang saat ini sedang berlangsung”. Ungkapnya.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional APTI menegaskan, terdapat kesalahan pandangan oleh sebagian yang terkena dampak tarif cukai tembakau, Mereka yang mendukung kenaikan tarif cukai tembakau beranggapan bahwa kenaikkan tersebut hanya berdampak pada Industri saja.

Ketua APTI, Agus telah menggelar pertemuan vitual dengan berbagai pemangku kepentingan dan mengirimkan surat kepada Presiden jokowi dan beberapa sejumlah menteri terkait untuk membahas kenaikkan Cukai Rokok yang saat ini masih di rencanakan, Pertemuaan ini bertujuan untuk berdiskusi dan bisa memberikan kebijakan bagi para industri tembakau.

Jika harga Cukai rokok jadi naik ditahun 2022, maka dampak ini akan terimbas pada jutaan petani tekbakau yang tersebat di 15 Provinsi di Indonesia. Para petani tembakau telah bekerja sama untuk menonak keras keputtusan kenaikan cukai tembakau 2022.

Menurut Samukrah, saat ini petani sedang memasukin masa panen dengan harga pembelian yang sangat bagus, namun dengan adanya rencana kenaikan cukai rokok ini, tidak kemungkinan harga tembakau akan kembali goyang dan kembali jatuh.

Pelonggaran PPKM tidak Efektif, Bisnis Ritel Menurun Sampai 20 Persen

Pelonggaran PPKM tidak Efektif – Kasus Corona dengan varian baru yang berjenis Delta telah merusak ekositem perekonomian uasaha ritel dan mikro lainnya, Pengusaha Ritel Modern menyebutkan pelonggaran kebijakan terhadap PPKM masih tidak terlihat kenaikan terhadap kinerja bisnis.

Pelonggaran PPKM tidak Efektif

Pelonggaran PPKM tidak Efektif

Kinerja Ritel pada kuartal III/2021 diramalkan akan mengalami penurunan sampai 20 persen, dengan berjalannya PPKM yang saat ini diterapkan.

Pemimpin Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memberitahukan peraturan yang sudah diterapkan pemerintah untuk wajib Vaksin dan menyaring pengunjung lewat peduli lindungi membuat performa lebih karena pengunjung yang ingin berbelanja menjadi terbatas pada masyarakat yang sudah memiliki vaksin.

dari pengamatan Pertumbuhan di Kuatal II/2021 mencapai 5,49 persen secara tahunan, kami hitung selama PPKM darurat sampai sekarang turun menjadi 20 persen, akangkan ini menjadi ancaman besar bagi pengusaha ritel yang memiliki toko di mall atau outlet-outlet lainnya. dan dengan kejadian ini juga akan mendorong tingkat kemiskinan yang berada di Indonesia.

Selain itu, aktivitas belanja masyarakat juga masih dibatasi pada barang-barang pokok, penjualan ritel untuk produkct secondary menjadi terbatas karena masyarakat menengah keatas masih menahan untuk berbelanja.

Protokol yang di jalankan oleh peduli lindungi terbalik dengan jumlah pengunjung. faktanya belum normal karenan faktanya vaksinasi masih sangat terbatas, baru 20 persen saja yang menerima dosis pertama. Imbuh ketua Aprindo.

Jika kinerja dilakukan sama dengan kebijakan seperti PPKM mikro, kami pengusaha ritel sangat yakin bisa mendekati kuartal II saat akhir tahun nanti. akan tetapi harus ada tindakan yang berani untuk mempercepat vaksinasi berjalan lancar dan cepat di selesaikan. Jika situasi seperti ini tidak menututup kemungkinan akan ada PHK besar-besaran lagi di karenakan angka yang terus menurun 20 persen, dan jika hal ini terus terjadi akan banyak pengusaha ritel yang gulung tikar karenan tidak bisa menahan finace dalam perusahaan tersebut.

Mengingat pengusaha ritel bergantung pada pusat perbelanjaan yang berada di Indonesia, hal ini akan sangat berdampak sekali terhadap ekonomi pengusaha ritel.

Dari pengamatan dalam kondisi seperti ini pengusaha ritel akan selalu memantau kondisi penyebaran Korona serta volum Vaksinasi yang saat ini berlangsung,