Indonesia Menjadi Tuan Rumah G20, PDB Bertambah Rp 7,47 Triliun

Indonesia Menjadi Tuan Rumah G20 – Menteri Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan Presidensi G20 akan memberikan tambahan produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp 7,47 triliun.

Indonesia Menjadi Tuan Rumah G20

Dalam pertemuan Pemimpin perekonomian di sejumlah Negara-negara yang tergabung dalam G20 1 Desember 2021 sampai 31 November 2022 mendatang, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah G20 nantinya, hal ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk menaikan Perekonomian dalam negeri.

Airlangga menjelaskan potensi penambahan PDB ini ditopang olej kenaikan konsumsi masyarakat didalam negeri dan penyerapan tenaga kerja.

“Di aspek ekonomi, beberaoa manfaat langsung adalah kenaikan konsumi dalam negeri sampai Rp 1,7 triliun, membuka tenaga kerja sampai 33 Ribu diberbagai sektor.” Jelas Airlangga dalam konferensi pers.

Tidak hanya itu Menteri keuangan Sri Mulyani juga menambahkan, setidaknya ada tujuh poin penting yang akan di bahas dalamG20. Hal ini kgususnya terkait dengan sistem keuangan.

yang pertama, negara-negara yang bergabung dengan G20 akan membahas dan berkoordinasi untuk memulihkan ekonomi global.Untuk pulih bersama , maka harus ada koordinasi politik global. Yang akan di bahas adalah kebijakan-kebijakan exrtaordinary yang akan menetapkan kapan mulai exit policy.

kedua, membahas masalah Covid-19, merencanakan kesehatan yang baik dalam negara.
ketiga, Membahasa mata uang digital
keempat, Sama-sama membahas dan membangun sektor keuangan mendukung transformasi ekonomi Hijau.
kelima, pembayaran lintas batas
keenam, Inklusi keuangan
ketujuh pajak global

Sementara itu Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan ada beberapa poin juga yang akan di bahas oleh bank central dalam Presidensi G20 nanti.

“UMPK yang terkena Dampak dari Covid-19, padahal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dibutuhkan transformasi disektor riil.” Ungkap Perry.

“kerja sama dibidang sistem permbayaran diera digital. menurut perry pandemi covid\-19 membuat perkembangan digital sangat cepat.

“Bank sentral bekerja sama mengenai digitalisasi sistem pembayaran antar negara.”

berkoordinasi terkait pembayaran berkelanjutan, dan menrancang inisiatif untuk mendukung inklusi keuangan , khususnya bagi UMKM.

Sri mulyani menambahkan akan selalu memantau pergerakan ekonomi di Indonesia, dan bisa menyeimbangkan ke uangan negara. Dengan adanya G20 ini Indonesia akan tertolong dalam segi ekonomi maupun keuangan nantinya.