Pelonggaran PPKM tidak Efektif, Bisnis Ritel Menurun Sampai 20 Persen

Pelonggaran PPKM tidak Efektif – Kasus Corona dengan varian baru yang berjenis Delta telah merusak ekositem perekonomian uasaha ritel dan mikro lainnya, Pengusaha Ritel Modern menyebutkan pelonggaran kebijakan terhadap PPKM masih tidak terlihat kenaikan terhadap kinerja bisnis.

Pelonggaran PPKM tidak Efektif

Pelonggaran PPKM tidak Efektif

Kinerja Ritel pada kuartal III/2021 diramalkan akan mengalami penurunan sampai 20 persen, dengan berjalannya PPKM yang saat ini diterapkan.

Pemimpin Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memberitahukan peraturan yang sudah diterapkan pemerintah untuk wajib Vaksin dan menyaring pengunjung lewat peduli lindungi membuat performa lebih karena pengunjung yang ingin berbelanja menjadi terbatas pada masyarakat yang sudah memiliki vaksin.

dari pengamatan Pertumbuhan di Kuatal II/2021 mencapai 5,49 persen secara tahunan, kami hitung selama PPKM darurat sampai sekarang turun menjadi 20 persen, akangkan ini menjadi ancaman besar bagi pengusaha ritel yang memiliki toko di mall atau outlet-outlet lainnya. dan dengan kejadian ini juga akan mendorong tingkat kemiskinan yang berada di Indonesia.

Selain itu, aktivitas belanja masyarakat juga masih dibatasi pada barang-barang pokok, penjualan ritel untuk produkct secondary menjadi terbatas karena masyarakat menengah keatas masih menahan untuk berbelanja.

Protokol yang di jalankan oleh peduli lindungi terbalik dengan jumlah pengunjung. faktanya belum normal karenan faktanya vaksinasi masih sangat terbatas, baru 20 persen saja yang menerima dosis pertama. Imbuh ketua Aprindo.

Jika kinerja dilakukan sama dengan kebijakan seperti PPKM mikro, kami pengusaha ritel sangat yakin bisa mendekati kuartal II saat akhir tahun nanti. akan tetapi harus ada tindakan yang berani untuk mempercepat vaksinasi berjalan lancar dan cepat di selesaikan. Jika situasi seperti ini tidak menututup kemungkinan akan ada PHK besar-besaran lagi di karenakan angka yang terus menurun 20 persen, dan jika hal ini terus terjadi akan banyak pengusaha ritel yang gulung tikar karenan tidak bisa menahan finace dalam perusahaan tersebut.

Mengingat pengusaha ritel bergantung pada pusat perbelanjaan yang berada di Indonesia, hal ini akan sangat berdampak sekali terhadap ekonomi pengusaha ritel.

Dari pengamatan dalam kondisi seperti ini pengusaha ritel akan selalu memantau kondisi penyebaran Korona serta volum Vaksinasi yang saat ini berlangsung,