Tingkat Pengangguran Indonesia Meningkat Akibat Pandemi

Bencana alam yang tidak terduga Pandemi Covid19 telah banyak memberikan kerugian dalam pergerakan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan tingkat pengangguran Indonesia naik lebih tinggi dilaporkan oleh Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah. Meningkat hingga 1,84 persen menjadi 9,7 juta, dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 7 persen.

Pada Agustus 2020 sistem dibuka dalam basis kompetisi, tahun ini semua anggaran balai latihan kerja diadakan Surakarta. Sangat disayangkan jika ditengah pandemi angka pengangguran meningkat, padahal 5 tahun sebelumnya pemerintah sudah berhasil menekan sampai 4,99 persen, namun sekarang ini bukanlah hal yang mustahil, ujar Ida.

Tingkat Pengangguran Indonesia Meningkat Akibat Pandemi

Pada Agustus 2020 saja, jumlah pengangguran di Jawa Tengah mencapai 1,21 juta, meningkat 396 ribu dibandingkan tahun sebelumnya, ujarnya mengutip data BPS. Apalagi beberapa bulan terakhir bukan cuma pengurangan karyawan yang semakin meningkat, pengadaan PPKM membuat masyarakat tanah air lebih sulit untuk mengembangkan bisnis dan berdampak juga dalam penurunan ekonomi negara hingga saat ini.

Berita Ekonomi → Arab Saudi Berencana Melepas Sebagian Saham Saudi Telecom

Jumlah Pengangguran Indonesia Terus Meningkat, Angka Kemiskinan Tembus 10 Persen

Di informasikan lagi, kalau peningkatan terus meningkat hingga 2,04, setelah dilakukan perbandingan dengan tahun sebelumnya. Signifikan jika dilihat sekarang berada dalam perhitungan 3,97 dari seluruh jumlah penduduk yang ada di Jawa Tengah diyakini karena adanya pandemi & PPKM. Indonesia dikatakan sedang dalam titik menuju jurang kecauan ekonomi dunia.

Jumlah Pengangguran Indonesia Terus Meningkat

Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja naik sedikit menjadi 53,13%, dari 51,81%, sementara peran laki-laki berkurang menjadi 82,41%, dari 83,25%. Meskipun kantor statistik tidak merinci apakah ini mencerminkan mereka yang bekerja untuk keluarga tanpa upah.

Ida Fauziah juga menambahkan kalau pandemi ini tak pelak menambah persoalan yang dihadapi sektor ketenagakerjaan, selain tantangan yang ada terkait kualitas sumber daya manusia, kompetensi, dan produktivitas. Berdasarkan data asli nasional sekitar 57 persen masyarakat yang sekarang masih aktif bekerja adalah siswa lulusan baru. Mirisnya kalangan siswa lulusan baru ini adalah dari bangku menengah pertama ke bawah.

Dengan keterampilan yang terbatas, ujarnya. “Untuk Provinsi Jawa Tengah, persentase penduduk yang bekerja dengan pendidikan rendah lebih tinggi yaitu 65 persen,” katanya. Ida Fauziah juga berharap semua pihak dapat berkolaborasi dan bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan terkini di bidang ketenagakerjaan.